Penggunaan Media Internet dan Layanan Pesan Singkat
untuk Meningkatkan Minat Ibu dalam Pemberian ASI
Penggunaan
Media Internet dan Layanan Pesan Singkat
untuk
Meningkatkan Minat Ibu dalam Pemberian ASI
Triana
Dewi/NPM 1206195786
Abstrak
Pemberian ASI merupakan hal yang sangat penting bagi
perkembangan anak dan juga kesehatan ibu. Selama ini pola pemberian ASI di
Indonesia masih belum dilakukan secara tepat. Perawat sebagai petugas kesehatan
memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan pemberian ASI secara tepat
dengan memberi informasi kepada pasien. Pemberian informasi mengenai ASI sering
dilakukan melalui penyuluhan langsung, dan penggunaan media cetak atau
elektronik. Perkembangan teknologi memberi peluang baru untuk mengembangkan
sistem pendidikan dalam mempromosikan pemberian ASI yang lebih murah dan mampu
menjangkau penerima manfaat secara luas melalui media internet dan layanan
pesan singkat. Selama ini pemberian informasi mengenai ASI sering dilakukan
atau hanya dapat diperoleh ibu melalui penyuluhan pada layananan kesehatan,
melalui media cetak dan elektronik. Namun ditemukan bahwa dukungan per individu
untuk pemberian ASI sesudah dan sebelum melahirkan merupakan metode yang paling
efektif untuk meningkatkan minat ibu dalam pemberian ASI. Dukungan yang
dilakukan perindividu ini membutuhkan biaya yang yang sangat tinggi, waktu yang
lama dan jumlah tenaga kesehatan yang memadai. Salah satu perkembangan
teknologi terkini yang dapat menagatasi masalah di atas adalah melalui program
intervensi pendidikan pemberian ASI bagi ibu dengan menggunakan media internet
dan layanan pesan singkat yang dapat memberikan peluang untuk memberikan
informasi seluas-luasnya yang sesuai dengan kebutuhan ibu
Kata Kunci: ASI, Internet, Layanan Pesan Singkat
1. 1. Latar Belakang
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi penting yang ideal
(Rutter & Jones, 2012) untuk perkembangan, kesehatan, imunitas serta
kelangsungan hidup bayi. Kolustrum yang terkandung dalam ASI yang diproduksi
selama hari-hari pertama kelahiran, berperan sangat penting dalam melindungi
bayi dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, kebijakan internasional
menekankan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam 1 jam waktu kelahiran
dan menekankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.
Pemberian ASI juga dimasukan dalam program yang direkomendasikan untuk
mengurangi kematian neonatal oleh Lancet neonatal survive series (Hidayat,
2012). .
Neuman, et al. (dalam Reeder, Martin & Griffin, 2003)
menjelaskan bahwa pemberian makanan kepada bayi bukan hanya sebagai pemberian
nutrisi akan tetapi juga memberikan interaksi sosial, psikologis dan pendidikan
dianatara bayi dan ibu. Pernyataan tersebut juga di oleh World Health
Organization (WHO) 2011dijelaskan bahwa keputusan menyusui bagi orang tua
sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan bayi serta dapat meningkatkan
kedekatan antara ibu dan bayi (Philips, 2011).
The American
Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa ASI menurunkan
angka kematian bayi di Amerika Serikat sebesar 21% (Eidelman & Schanler,
2012). ASI juga memiliki manfaat yang sangat
besar bagi ibu yang menyusui. Mereka yang menyusui memiliki resiko yang dua
kali lebih rendah untuk mengalami diabetes tipe dua, kanker payudara, kanker
ovarium dan depresi pasca melahirkan (Johnson, 2012).
Di Indonesia, hanya 44% yang mendapat ASI 1 jam pertama
(IMD) setelah lahir dan hanya 62% yang mendapat ASI dalam hari pertama setelah
lahir (Hidayat & Dewantiningrum, 2012). Praktik pemberian ASI yang belum
dilakukan dengan baik di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemberian ASI
dengan tepat, dan sikap ibu yang menolak pelaksanaan pemberian ASI, kurang
dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan sehingga diperlukan peningkatan paparan
informasi pada ibu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri
serta minat ibu dalam praktek pemberian ASI (Hidayat, 2012).
Perawat sebagai petugas kesehatan memiliki peranan penting
dalam upaya peningkatan pemberian ASI secara tepat dengan memberi informasi
kepada pasien (Weddig, 2011). Selama ini pemberian informasi mengenai ASI
sering dilakukan atau dapat diperoleh ibu melalui penyuluhan pada layananan
kesehatan, melalui media cetak dan elektronik. Sebuah studi yang dilakukan oleh
Bonuck, et al. (2001) ditemukan bahwa dukungan per individu untuk pemberian ASI
sesudah dan sebelum melahirkan merupakan metode yang paling efektif untuk
meningkatkan minat ibu dalam pemberian ASI, namun dukungan perindividu ini
membutuhkan biaya yang yang sangat tinggi, waktu yang lama dan jumlah tenaga
kesehatan yang memadai. Salah satu perkembangan teknologi terkini yang dapat
menagatasi masalah di atas adalah melalui program intervensi pendidikan
pemberian ASI bagi ibu dengan menggunakan media internet dan layanan pesan yang
dapat memberikan peluang untuk memberikan informasi seluas-luasnya yang sesuai
dengan kebutuhan ibu (Scott, 2013).
Program intervensi pendidikan pemberian ASI melalui media
internet dan layanan pesan singkat dilakukan dengan cara memberikan akses
layanankepada situs yang menyediakan berbagai materi mengenai pemberian ASI.
Sasaran utama dalam program ini adalah Ibu hamil dan ibu-ibu setelah
melahirkan, mereka diberikan password agar dapat membuka bahan ajar yang
diberikanyang sesuai dengan kebutuhan ibu. Untuk mendukung program tersebut
para ibu juga diberi dukungan untuk mengakses bahan ajar melalui layanan pesan
singkat yang diberikan secara rutin selama beberapa minggu (Scott, 2013).
Program ini bukan hanya dapat memberikan informasi penting dalam pemberian ASI
bagi ibu saja, namun juga melalui pesan singkat yang langsung diterima ibu
setiap minggu dapat menjadi pengingat pada ibu terhadap praktek pemberian ASI
yang dilakukan ibu. Selain itu pemberian pendidikan dan dukungan persiapan mengenai
pemberian ASI secara gratis kepada ibu dapat meningkatkan durasi pemberian
pendidikan melalui internet dan layanan pesan singkat memungkinkan dukungan
tersebut dengan biaya rendah (Scott, 2013).
2. 2. Kajian Literatur
Intervensi berbasis internet telah digunakan secara luas
untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan fisik dan kesehatan mental, seperti
obesitas dan depresi, serta menghentikan kebiasaan merokok (Raiff, et al. 2013)
secara umum intevensi berbasis internet tersebut mampu menurunkan tingkat
masalah pada berbagai kasus (Scott, 2013). Implementasi yang sukses dari
berbagai program promosi kesehatan ini memunculkan minat untuk menerapkan
pendekatan ini kepada program pemberian ASI secara efektif (Scott, 2013). Salah
satu studi awal terkait pemberian ASI mencoba mengidentifikasi kesuksesan
penggunaan internet dalam pemberian makanan bayi terhadap pengetahuan dan sikap
para perawat anak dalam memberikan makanan bayi secara tepat. Setelah menjalani
post test para petugas tersebut diinstruksikan untuk mengakses situs internet
tertentu secara gratis selama 3 bulan. Situs internet gratis yang disediakan
memuat informasi mengenai pemberian makanan bayi termasuk ASI. Penelitian ini
menunjukkan bahwa situs internet merupakan pendekatan yang efektif dalam
meningkatkan pengetahuan mengenai cara pemberian makanan bayi (Clark, et al.,
2009).
Dalam Studi yang dilakukan antara bulan Oktober 2011 sampai
dengan Desember 2012 Scott (2013) melaporkan efektifitas penggunaan internet
dengan dukungan pesan singkat dan pengiriman materi didik dalam melakukan
promosi kesehatan mengenai pemberian ASI. Intervensi pemberian ASI dilakukan
selama berapa 6 minggu, setiap ibu menerima email berisikan password yang dapat
digunakan untuk mengakses situs yang berisikan pendidikan mengenai pemberian
ASI. Isi dari situs yang diberikan adalah pesan selamat datang dengan istruksi
untuk melakukan logging kedalam situs. Pelajaran yang diberikan meliputi
pesan tertulis mengenai ASI, modul yang bersifat interaktif, warna yang cerah,
gambar yang menarik serta pesan sederhana. Selain itu pada minggu pertama
sampai minggu keenam mereka terus diingatkan untuk mengunjungi situs yang telah
diberitahukan melalui email serta mengerjakan tugas pertama yang diberikan pada
minggu pertama, pada minggu kedua peserta kembali diingatkan untuk mengakses
situs serta mengerjakan tugas kedua dan begitu selanjutnya sampai dengan minggu
ke enam. Contoh halaman situs dapat dilihat pada gambar1, 2 dan 3 dibawah ini

Gambar 1. Halaman Selamat Datang

Gambar 2 Halaman Situs Login

Gambar 3 Contoh Halaman Pendidikan
Mengenai ASI
1. 3. Kesimpulan dan Rekomendasi
1.3.1. Kesimpulan
Teknologi
internet dan layanan pesan singkat dapat digunakan untuk meningkatkan
pengetahuan dan minat ibu untuk memberikan ASI. Program intervensi pendidikan
pemberian ASI ini tergolong murah dan dapat menjangkau penerima manfaat secara
lebih luas. Cara ini dapat digunakan sebagai tambahan dari metode penyuluhan,
dan pemberian informasi melalui media elektronik (seperti tv dan radio) yang telah
dilakukan selama ini.
1.3.2. Rekomendasi
Perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut mengenai kemungkinan penggunaan metode internet dan layanan singkat
untuk meningkatkan kesadaran dan minat serta pengetahuan mengenai pemberian ASI
secara tepat di Indonesia, mengingat penggunaan teknologi internet di Indonesia
akan terus berkembang dimasa yang akan datang.
2. Daftar Pustaka
Bozzette, M., & Posner, T. (2013). Increasing student
nurses’ knowledge of breastfeeding in baccalaureate education. Nurse
Education in Practice, 13(3), 228-33.
doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.nepr.2012.08.013
Ericson, J., Eriksson, M., Hellström-Westas, L., Hagberg,
L., Hoddinott, P., & Flacking, R. (2013). The effectiveness of proactive
telephone support provided to breastfeeding mothers of preterm infants: Study
protocol for a randomized controlled trial. BMC Pediatrics, 13, 73.
doi:http://dx.doi.org/10.1186/1471
Hidayat, Karindra Aji (2012) Perbandingan Pelaksanaan
Inisiasi Menyusu Dini Berdasar Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil, Jurnal Medika
Muda. Semarang: Universitas Diponegoro
Johnson, T. D. (2012). Breastfeed your baby for a healthy
start. The Nation’s Health, 42(2), 20. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/929062637?accountid=17242
Linden, K., Berg, M., & Sparud-Lundin, C. (2012).
Web-based information for pregnant women and new mothers with type 1 diabetes-
a description of the development process. BMC Medical Informatics and Decision
Making, 12, 134. doi:http://dx.doi.org/10.1186/1472-6947-12-134
Pregnancy and Childbirth, 12, 150. doi:http://dx.doi.org/10.1186/1471-2393-12-150
Raiff, Bethany R., Jarvis,Brantley P., Turturici, Marissa
& Dallery, Jesse (2013) Acceptability of an Internet-Based Contingency
Management Interventionfor Smoking Cessation: Views of Smokers, Nonsmokers, and
Healthcare Professionals Experimental and Clinical Psychopharmacology
American Psychological Association Vol. 21, No. 3, 204–213 DOI: 10.1037/a0032451
Scott, Brigett Landry (2013) The Effectiveness Of
Internet And Instant Messaging Approaches In Promoting Intention To Breastfeed
(dissertation) , Mississippi: Graduate School of The University of Southern
Mississippi
Weddig Jennifer (2011) Improving
Breastfeeding Initiation Practices Of Registered Nurses Through Online
Theory-Based Education (dissertation), Colorado: Colorado State University
