Senin, 13 Oktober 2014



Penggunaan Media Internet dan Layanan Pesan Singkat untuk Meningkatkan Minat Ibu dalam Pemberian ASI

Penggunaan Media Internet dan Layanan Pesan Singkat
untuk Meningkatkan Minat Ibu dalam Pemberian ASI
Triana Dewi/NPM 1206195786
Abstrak
Pemberian ASI merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak dan juga kesehatan ibu. Selama ini pola pemberian ASI di Indonesia masih belum dilakukan secara tepat. Perawat sebagai petugas kesehatan memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan pemberian ASI secara tepat dengan memberi informasi kepada pasien. Pemberian informasi mengenai ASI sering dilakukan melalui penyuluhan langsung, dan penggunaan media cetak atau elektronik. Perkembangan teknologi memberi peluang baru untuk mengembangkan sistem pendidikan dalam mempromosikan pemberian ASI yang lebih murah dan mampu menjangkau penerima manfaat secara luas melalui media internet dan layanan pesan singkat. Selama ini pemberian informasi mengenai ASI sering dilakukan atau hanya dapat diperoleh ibu melalui penyuluhan pada layananan kesehatan, melalui media cetak dan elektronik. Namun ditemukan bahwa dukungan per individu untuk pemberian ASI sesudah dan sebelum melahirkan merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan minat ibu dalam pemberian ASI. Dukungan yang dilakukan perindividu ini membutuhkan biaya yang yang sangat tinggi, waktu yang lama dan jumlah tenaga kesehatan yang memadai. Salah satu perkembangan teknologi terkini yang dapat menagatasi masalah di atas adalah melalui program intervensi pendidikan pemberian ASI bagi ibu dengan menggunakan media internet dan layanan pesan singkat yang dapat memberikan peluang untuk memberikan informasi seluas-luasnya yang sesuai dengan kebutuhan ibu
Kata Kunci: ASI, Internet, Layanan Pesan Singkat
1. 1. Latar Belakang
Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi penting yang ideal (Rutter & Jones, 2012) untuk perkembangan, kesehatan, imunitas serta kelangsungan hidup bayi. Kolustrum yang terkandung dalam ASI yang diproduksi selama hari-hari pertama kelahiran, berperan sangat penting dalam melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, kebijakan internasional menekankan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam 1 jam waktu kelahiran dan menekankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Pemberian ASI juga dimasukan dalam program yang direkomendasikan untuk mengurangi kematian neonatal oleh Lancet neonatal survive series (Hidayat, 2012). .
Neuman, et al. (dalam Reeder, Martin & Griffin, 2003) menjelaskan bahwa pemberian makanan kepada bayi bukan hanya sebagai pemberian nutrisi akan tetapi juga memberikan interaksi sosial, psikologis dan pendidikan dianatara bayi dan ibu. Pernyataan tersebut juga di oleh World Health Organization (WHO) 2011dijelaskan bahwa keputusan menyusui bagi orang tua sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan bayi serta dapat meningkatkan kedekatan antara ibu dan bayi (Philips, 2011).
The American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa ASI menurunkan angka kematian bayi di Amerika Serikat sebesar 21% (Eidelman & Schanler, 2012). ASI juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi ibu yang menyusui. Mereka yang menyusui memiliki resiko yang dua kali lebih rendah untuk mengalami diabetes tipe dua, kanker payudara, kanker ovarium dan depresi pasca melahirkan (Johnson, 2012).
Di Indonesia, hanya 44% yang mendapat ASI 1 jam pertama (IMD) setelah lahir dan hanya 62% yang mendapat ASI dalam hari pertama setelah lahir (Hidayat & Dewantiningrum, 2012). Praktik pemberian ASI yang belum dilakukan dengan baik di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemberian ASI dengan tepat, dan sikap ibu yang menolak pelaksanaan pemberian ASI, kurang dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan sehingga diperlukan peningkatan paparan informasi pada ibu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri serta minat ibu dalam praktek pemberian ASI (Hidayat, 2012).
Perawat sebagai petugas kesehatan memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan pemberian ASI secara tepat dengan memberi informasi kepada pasien (Weddig, 2011). Selama ini pemberian informasi mengenai ASI sering dilakukan atau dapat diperoleh ibu melalui penyuluhan pada layananan kesehatan, melalui media cetak dan elektronik. Sebuah studi yang dilakukan oleh Bonuck, et al. (2001) ditemukan bahwa dukungan per individu untuk pemberian ASI sesudah dan sebelum melahirkan merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan minat ibu dalam pemberian ASI, namun dukungan perindividu ini membutuhkan biaya yang yang sangat tinggi, waktu yang lama dan jumlah tenaga kesehatan yang memadai. Salah satu perkembangan teknologi terkini yang dapat menagatasi masalah di atas adalah melalui program intervensi pendidikan pemberian ASI bagi ibu dengan menggunakan media internet dan layanan pesan yang dapat memberikan peluang untuk memberikan informasi seluas-luasnya yang sesuai dengan kebutuhan ibu (Scott, 2013).
Program intervensi pendidikan pemberian ASI melalui media internet dan layanan pesan singkat dilakukan dengan cara memberikan akses layanankepada situs yang menyediakan berbagai materi mengenai pemberian ASI. Sasaran utama dalam program ini adalah Ibu hamil dan ibu-ibu setelah melahirkan, mereka diberikan password agar dapat membuka bahan ajar yang diberikanyang sesuai dengan kebutuhan ibu. Untuk mendukung program tersebut para ibu juga diberi dukungan untuk mengakses bahan ajar melalui layanan pesan singkat yang diberikan secara rutin selama beberapa minggu (Scott, 2013). Program ini bukan hanya dapat memberikan informasi penting dalam pemberian ASI bagi ibu saja, namun juga melalui pesan singkat yang langsung diterima ibu setiap minggu dapat menjadi pengingat pada ibu terhadap praktek pemberian ASI yang dilakukan ibu. Selain itu pemberian pendidikan dan dukungan persiapan mengenai pemberian ASI secara gratis kepada ibu dapat meningkatkan durasi pemberian pendidikan melalui internet dan layanan pesan singkat memungkinkan dukungan tersebut dengan biaya rendah (Scott, 2013).
2. 2. Kajian Literatur
Intervensi berbasis internet telah digunakan secara luas untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan fisik dan kesehatan mental, seperti obesitas dan depresi, serta menghentikan kebiasaan merokok (Raiff, et al. 2013) secara umum intevensi berbasis internet tersebut mampu menurunkan tingkat masalah pada berbagai kasus (Scott, 2013). Implementasi yang sukses dari berbagai program promosi kesehatan ini memunculkan minat untuk menerapkan pendekatan ini kepada program pemberian ASI secara efektif (Scott, 2013). Salah satu studi awal terkait pemberian ASI mencoba mengidentifikasi kesuksesan penggunaan internet dalam pemberian makanan bayi terhadap pengetahuan dan sikap para perawat anak dalam memberikan makanan bayi secara tepat. Setelah menjalani post test para petugas tersebut diinstruksikan untuk mengakses situs internet tertentu secara gratis selama 3 bulan. Situs internet gratis yang disediakan memuat informasi mengenai pemberian makanan bayi termasuk ASI. Penelitian ini menunjukkan bahwa situs internet merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai cara pemberian makanan bayi (Clark, et al., 2009).
Dalam Studi yang dilakukan antara bulan Oktober 2011 sampai dengan Desember 2012 Scott (2013) melaporkan efektifitas penggunaan internet dengan dukungan pesan singkat dan pengiriman materi didik dalam melakukan promosi kesehatan mengenai pemberian ASI. Intervensi pemberian ASI dilakukan selama berapa 6 minggu, setiap ibu menerima email berisikan password yang dapat digunakan untuk mengakses situs yang berisikan pendidikan mengenai pemberian ASI. Isi dari situs yang diberikan adalah pesan selamat datang dengan istruksi untuk melakukan logging kedalam situs. Pelajaran yang diberikan meliputi pesan tertulis mengenai ASI, modul yang bersifat interaktif, warna yang cerah, gambar yang menarik serta pesan sederhana. Selain itu pada minggu pertama sampai minggu keenam mereka terus diingatkan untuk mengunjungi situs yang telah diberitahukan melalui email serta mengerjakan tugas pertama yang diberikan pada minggu pertama, pada minggu kedua peserta kembali diingatkan untuk mengakses situs serta mengerjakan tugas kedua dan begitu selanjutnya sampai dengan minggu ke enam. Contoh halaman situs dapat dilihat pada gambar1, 2 dan 3 dibawah ini
Description: 13881149861252736814
Gambar 1. Halaman Selamat Datang
Description: 1388115197125577980
Gambar 2 Halaman Situs Login
Description: 13881155351481049131
Gambar 3 Contoh Halaman Pendidikan Mengenai ASI
1. 3. Kesimpulan dan Rekomendasi
1.3.1. Kesimpulan
Teknologi internet dan layanan pesan singkat dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat ibu untuk memberikan ASI. Program intervensi pendidikan pemberian ASI ini tergolong murah dan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih luas. Cara ini dapat digunakan sebagai tambahan dari metode penyuluhan, dan pemberian informasi melalui media elektronik (seperti tv dan radio) yang telah dilakukan selama ini.
1.3.2. Rekomendasi
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan penggunaan metode internet dan layanan singkat untuk meningkatkan kesadaran dan minat serta pengetahuan mengenai pemberian ASI secara tepat di Indonesia, mengingat penggunaan teknologi internet di Indonesia akan terus berkembang dimasa yang akan datang.
2. Daftar Pustaka
Bozzette, M., & Posner, T. (2013). Increasing student nurses’ knowledge of breastfeeding in baccalaureate education. Nurse Education in Practice, 13(3), 228-33. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.nepr.2012.08.013
Ericson, J., Eriksson, M., Hellström-Westas, L., Hagberg, L., Hoddinott, P., & Flacking, R. (2013). The effectiveness of proactive telephone support provided to breastfeeding mothers of preterm infants: Study protocol for a randomized controlled trial. BMC Pediatrics, 13, 73. doi:http://dx.doi.org/10.1186/1471
Hidayat, Karindra Aji (2012) Perbandingan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Berdasar Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil, Jurnal Medika Muda. Semarang: Universitas Diponegoro
Johnson, T. D. (2012). Breastfeed your baby for a healthy start. The Nation’s Health, 42(2), 20. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/929062637?accountid=17242
Linden, K., Berg, M., & Sparud-Lundin, C. (2012). Web-based information for pregnant women and new mothers with type 1 diabetes- a description of the development process. BMC Medical Informatics and Decision Making, 12, 134. doi:http://dx.doi.org/10.1186/1472-6947-12-134
Pregnancy and Childbirth, 12, 150. doi:http://dx.doi.org/10.1186/1471-2393-12-150
Raiff, Bethany R., Jarvis,Brantley P., Turturici, Marissa & Dallery, Jesse (2013) Acceptability of an Internet-Based Contingency Management Interventionfor Smoking Cessation: Views of Smokers, Nonsmokers, and Healthcare Professionals Experimental and Clinical Psychopharmacology American Psychological Association Vol. 21, No. 3, 204–213 DOI: 10.1037/a0032451
Scott, Brigett Landry (2013) The Effectiveness Of Internet And Instant Messaging Approaches In Promoting Intention To Breastfeed (dissertation) , Mississippi: Graduate School of The University of Southern Mississippi
Weddig Jennifer (2011) Improving Breastfeeding Initiation Practices Of Registered Nurses Through Online Theory-Based Education (dissertation), Colorado: Colorado State University